Kamis, 02 April 2015

AGENDA SI RENTA

Kamis, 02 April 2015





AGENDA SI RENTA






Jendela kamar mulai ku buka
Tirai sudah ku sibak,
Sehingga cahaya merekah,
Berebut masuk memberi pertanda.
Sudah saatnya hari berubah.

Kening ini mengerut
Wakilkan tanya tak terucap
Muskil seperti bersahut-sahut
Sebab tak ada jiwa lain menetap

Sakit yang tak kunjung usai itu telah muncul,
Berlomba-lomba tunjukkan kuasanya.
Maju terus tanpa lelah,
Satu mengoyak,
Sisanya menambah perih.

Apa memang begini sifat kita manusia,
Selalu selipkan derita dalam cinta.
Atau sebaliknya
Mata kembali ku tutup,
Tuk merangkai sendiri indah cerita.

Sang nur makin kokohkan diri
Sehingga tak butuh lampion mengganti
Kuputuskan sudah nyeri ini,
Karena cacing-cacing kecil ini mulai beraksi.

Tumpukkan daun sampah mengambil tempat,
Puntung- puntung rokok telah meregang nyawa.
Tetap kuhabiskan jeda saat,
toh jua ada hiasan tawa.

Nyalakan kipas kata seorang tua,
Biar mungkin terbias asa.
Jam terus melaju sia-sia,
Hanya suaranya menancap perkasa.

Apa masih Tuhan berfirman,
Jika sepertinya pertempuran tak berajal.
Yang kadang musuh,
Suatu waktu kawan.
Sedih ini merampas nafas tersengal

Tuan tanah adalah tetap tuan tanah
Tak ada benar,
Tak akui salah.
Tak perlu kata kelu kesah.
Selama pohon terus tampakkan buah.

Sesaat ku tatap rupa sekitar,
Lewat celah kecil jendela kamar.
Kecil memang,
Tapi cukup besar,
Tuk mengintip dusta berkedok samar.

Si renta kembali lelap bersandar
Setelah membagi upah cacing-cacing lapar
Berjudi dengan serahkan sadar
Berharap pendek senyum berbinar.

Oleh : Tender S
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

0 komentar:

Posting Komentar